Perancangan Basis Data E-Voting Ketua Senat Mahasiswa STMIK Sumedang

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Voting merupakan salah satu metode yang sangat membantu penentuan dalam proses smenggunakan voting untuk menghimpun aspirasi keseluruhan dan kemudian sampai menemukan jalan keluar yang sudah dianggap dapat menyelesaikan sebuah permasalahan. Dalam sebuah negara yang berdemokrasi, voting digunakan sebagai media penentu dalam pengambilan keputusan yang sangat penting dan berpengaruh besar terhadap negara tersebut seperti pemilihan kepala daerah sampai pemilihan presiden. Oleh karena itu, voting membutuhan regulasi dan prosedur agar lebih menjamin kerahasiaan serta bagaimana hasil penghitungan suara dapat berlangsung jujur dan transparan.

Dengan kemajuan teknologi informasi yang berdampak bagi penggunanya, membawa perubahan pada sistem voting. Voting kini dapat digunakan melalui media elektronik dengan teknologi komputer atau dikenal dengan istilah E-voting. Sebelumnya teknologi mobile dengan aplikasi layanan sudah dilakukan untuk pembuatan elektronik voting, namun dalam layanan tersebut masih terdapat kekurangan seperti misalnya terdapat bug pada aplikasi. Hal ini juga menciptakan peluang untuk pengembangan dan mengimplementasikan sistem aplikasi e-voting dengan menggunakan perangkat mobile dengan berbasis android. Dan diharapkan e-voting itu sendiri menjadi pilihan dalam pemilu dimasa mendatang. Penerapan E-voting sendiri telah dilakukan di berbagai banyak negara dengan berbagai model.

Model adopsi e-voting pun sangat beragam, misalnya menggunakan smartcards dan touch screen computer.  Pada penelitian ini penulis melakukan studi kasus di STMIK Sumedang yang selama ini dalam menentukan ketua senatnya menggunakan metode voting (pemungutan suara) secara konvensional saat perhitungan masih dilakukan menggunakan kertas kemudian dimasukkan kedalam kotak suara. Dengan menggunakan sistem pemungutan suara konvensional seperti diatas maka akan memakan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil voting tersebut dan juga waktu yang seharusnya digunakan untuk aktifitas lainnya akan terpakai untuk proses voting. Proses voting ini dapat dilakukan tanpa mengganggu kegiatan yang sedang berjalan, artinya mahasiswa bisa menentukan pilihan suaranya setelah kelas selesai atau saat ada waktu luang. Dari latar belakang tersebut penulis tertarik untuk melakukan perancangan mengenai e-voting dalam basis data dengan menggunakan Sybase Power Designer maka dari itu disertai penulisan laporan ini dengan judul “Perancangan Basis Data E-Voting Ketua Senat Mahasiswa STMIK Sumedang”  Hasil penelitian ini diharapkan dapat menggantikan sistem lama, serta memberikan kemudahan dalam pemahaman model pengembangan sistem ini dengan baik.

  1. Identifikasi dan Batasan Masalah

Dari latar belakang yang telah ditulis, kami memberikan identifikasi masalah yang akan dijadikan bahan penelitian yaitu dengan menggunakan sistem manual akan memakan waktu yang cukup lama untuk mendapatkan hasil voting.

Agar penelitian ini dapat dilakukan lebih fokus, sempurna, dan mendalam  maka penulis memandang permasalahan penelitian yang diangkat perlu dibatasi variabelnya. Oleh sebab itu, penulis membatasi pada hal- hal terkait :

  1. Sistem merupakan sistem e-voting pemilihan ketua senat mahasiswa STMIK Sumedang.
  2. Perancangan sistem menggunakan Data Flow Diagram (DFD) dan menggunakan sistem ERD untuk penanganan database e-voting.
  3. Sistem diimplementasikan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan menggunakan database mySQL.
  1. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut :

  1. Bagaimana perancangan basis data E-Voting Ketua Senat Mahasiswa STMIK Sumedang pada Sybase Power Designer?
  2. Bagaimana implementasi perancangan basis data E-Voting Ketua Senat Mahasiswa STMIK Sumedang pada MySql ?
  1. Metode

Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Studi Literatur.  Tahap ini dilakukan dengan mempelajari buku-buku referensi atau sumber – sumber yang berkaitan dengan laporan ini, baik dari text book  maupun dari internet, buku atau paper yang membahas tentang elektronik voting,  kriptografi, penelitian tentang e-voting dan sumber-sumber lain yang  membahas semua tentang elektronik voting. Dan dilakukan beberapa langkah perancangan yaitu sebagai berikut :

  1. Analisis Sistem

Dengan analisis sistem diharapkan dapat memenuhi kebutuhan yang hiharapkan oleh pengguna. Dan juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi permasalahan dan hambatan serta kebutuhan yang nantinya dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.

  • Desain Perancangan Model

Desain diharapkan dapat memberikan gambaran secara umum kepada pengguna tentang sistem basis data yang akan dibangun. Selain itu desain  sistem ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai rancang bangun yang jelas dan lengkap sehingga nantinya dapat digunakan sebagai acuan dalam pembuatan rancangan, pemodelan sistem meliputi Bagan Kerja Sistem, Diagram Konteks, Diagram Hirarki, Data Flow diagram, Conceptual Data Model,  Flow Chart, dll.

  1. Tujuan dan Manfaat

Tujuan dari laporan perancangan ini yaitu :

  1. Membantu memudahkan proses pemilihan ketua senat yang sebelumnya masih menggunakan cara manual atau belum adanya aplikasi e-voting berbasis mobile, hingga menjadi aplikasi berbasis mobile. Mulai dari pengisian formulir kandidat, pemilihan ketua osis, hingga hasil voting sudah bisa dilakukan melalui aplikasi e-voting.
  2. Memudahkan proses pemilihan agar membantu mengoptimalkan proses pemilihan ketua senat hingga meminimalisir resiko terjadinya kecurangan dan dapat dijadikan sebagai media alternatif tambahan dalam melakukan pemilihan.

Manfaat dari laporan perancangan ini yaitu :

  1. Dari penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam pengembangan ilmu di bidang mobile – IT berkaitan dengan proses pemilihan umum yang lebih fleksibel dan mudah.
  2. Manfaat untuk pengguna hasil dari penelitian ini diharapkan memberikan banyak manfaat kepada pengguna seperti waktu yang digunakan lebih fleksibel, lebih cepat, biaya yang digunakan untuk penyelenggaraan voting menjadi lebih hemat hingga pengolahan data-data pada proses e-voting menjadi lebih terkontrol (data valid).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  • Kerangka Teori
  • Data Flow Diagram (DFD)

Data Flow Diagram atau sering disingkat DFD adalah perangkat-perangkat analisis dan perancangan yang terstruktur sehingga memungkinkan peng-analis sistem memahami sistem dan subsistem secara visual sebagai suatu rangkaian aliran data yang saling berkaitan. Simbol-simbol yang digunakan pada Data Flow Diagram mempunyai fungsi masing – masing sebagai berikut :

  1. External Entity (kesatuan Luar) atau Boundary (batas sistem)

Setiap sistem pasti memiliki batas sistem (boundary) yang memisahkan suatu sistem dengan lingkungan luarnya. Kesatuan luar (external entity) merupakan kesatuan di lingkungan luar sistem yang dapat berupa orang, organisasi atau sistem lainya yang berada di lingkungan luarnya yang memberikan input atau menerima output dari sistem.

  • Data flow (arus data)

Arus data di DFD diberi simbol panah. Arus data ini mengalir diantara proses, simpanan, dan kesatuan luar.

  • Process (proses)

Suatu proses adalah kegiatan atau kerja yang dilakukan oleh orang, mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan arus data yang akan keluar dari proses.

  • Data store (penyimpanan data)

Simpanan data (data store) merupakan simpanan dari data yang dapat berupa suatu file atau database di komputer, suatu arsip atau catatan manual dan lain sebagainya.

  • Entity Relationship Diagram (ERD)

ERD merupakan sebuah teknik pemodelan data yang merepresentasikan gambar entitas dan relasi-relasi antar entitas di dalam sebuah sistem informasi. Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan notasi grafis dalam pemodelan data Konseptual yang mendeskripsikan hubungan antara penyimpanan. Komponen utama dalam pemodelan sistem ERD yaitu Entitas (Entity), Atribute (Field) dan Relasi (Relationship).

  • Normalisasi Data

Normalisasi adalah proses pengelompokan atribut data yang membentuk entitas sederhana, nonredundan, fleksibel, dan mudah beradaptasi, Sehingga dapat dipastikan bahwa database yang dibuat berkualitas baik. Tujuan normalisasi database adalah untuk menghilangkan dan mengurangi redudansi data dan tujuan yang kedua adalah memastikan dependensi data (Data berada pada  table yang tepat). Jika data dalam database tersebut belum di normalisasi maka akan terjadi 3 kemungkinan yang akan merugikan sistem secara keseluruhan.

Terdapat beberapa bentuk normal, yaitu normal kesatu, normal kedua, normal ketiga, boyce/codd normal. Relasi yang sudah terbentuk dalam normal ketiga sudah merupakan bentuk database yang baik.

  1. Normal Kesatu (1NF)

Suatu table dikatakan sudah memenuhi bentuk normal kesatu bila tidak memiliki atribut bernilai banyak (Multivalued Attribute) atau lebih dari satu attribute dengan domain nilai yang sama.

  • Normal Kedua (2NF)

Suatu tabel dikatakan sudah memenuhi bentuk normal kedua bila semua atribut yang tidak termasuk dalam key primer memiliki ketergantungan fungsional pada key primer secara utuh.

  • Normal Ketiga (3NF)

Suatu tabel dikatakan sudah memenuhi bentuk normal ketiga bila untuk setiap ketergantungan fungsional dengan notasi X -> A, dimana A mewakili semua atribut tunggal di dalam tabel yang tidak ada di dalam X, maka:X haruslah super key pada tabel tersebut, atau A merupakan bagian dari key primer pada tabel tersebut.

  • Boyce / Codd normal

Suatu relasi dikatakan sudah memenuhi bentuk normal boyce / codd bila data store dimana setiap determinannya adalah candidate key.

Kerangka Pikir

BAB III

PEMBAHASAN

  • Analisis Sistem Yang Berjalan

Analisis sistem merupakan gambaran tentang sistem yang saat ini sedang berjalan di STMIK Sumedang pada proses pemilihan Ketua Senat, sistem yang digunakan masih menggunakan system manual. Berikut diagram konteksnya :

  • Analisis Sistem Yang Diusulkan

Pada tahap ini akan dilakukan pembuatan model sistem informasi secara umum atau menyeluruh, diagram konteks bertujuan untuk memberikan gambaran kepada sistem analisis pembutan program mengenai input kedalam proses dan apa yang dihasilkan output.

  1. DFD Level 0 (Diagram Konteks)

Diagram konteks adalah diagram sederhana yang menggambarkan hubungan antar entitas luar, serta masukan dan keluaran sistem. Diagram konteks direpresentasikan dengan lingkaran tunggal yang mewakili keseluruhan sistem. Berikut diagram konteks e – voting pemilihan ketua senat mahasiswa :

konteks tersebut memberikan gambaran bahwa sistem berinteraksi dengan dua entitas luar yaitu pemilih dan admin. Pada diagram konteks ini dijelaskan bahwa pemilih memberi masukan data login dan hasil pemilihan. Admin akan memberi masukan data pemilih dan ketua senat pada bagian data keluar, sistem akan memberikan data keluar kepada admin berupa hasil pemilihanm pada bagian pemilih memberikan keluaran berupa ketua senat, pemilih dan hasil pemilihan ketua senat mahasiswa.

  1. DFD Diagram Level 1

Diagram konteks ini akan dikembangkan lagi menjadi diagram aliran data tingkat satu yang akan memuat rincian dari diagram konteks tersebut. Dari DFD level 1 dapat dilihat bahwa pengolahan sistem pemilihan jurusan terdapat 5 proses utama yaitu sebagai berikut :

  1. Manajemen pemilih

Alur proses pada manajemen pemilih merupakan proses membuat data, mengedit, menghapus data pemilih dan autentifikasi.

  • Manajemen calon ketua senat

Alur proses pada manajemen calon ketua senat merupakan proses membuat data, mengedit, menghapus data calon ketua senat.

  • Manajemen autentifikasi

Alur proses pada manajemen autentifikasi merupakan proses memverifikasi id pemilih dan password dengan sesuai yang berada di database e-voting pemilihan, dan juga digunakan untuk mencegah orang agar hanya bias memvote satu kali dan tidak terjadi pemilih yang mempunyai hak suara ganda.

  • Manajemen voting

Alur proses pada manajemen voting merupakan proses pemilihan calon ketua senat mahasiswa oleh mahasiswa dan dosen.. Setelah pemilih melakukan pemilihan, hasil pilihan pemilih akan denkripsi sehingga data tersebut tidak bisa dibaca siapa yang memberikan hasil pemilihan, sehingga rahasia hasil pilihan terjaga dan dengan ini dapat mengurangi campur tangan pihak lain.

  • Manajemen hasil

Alur proses pada manajemen hasil merupakan proses penyimpanan dan pengolahan hasil pemilihan ketua senat serta menampilkan hasil dari pemilihan ketua senat mahasiswa.

  • Perancangan Database
  • Conceptual Data Model (CDM)

CDM adalah suatu tahap dimana kita melakukan proses indentifikasi dan analisa kebutuhan-kebutuhan data dan ini disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan suatu sistem database, kita harus mengenal terlebih dahulu bagian-bagian lain dari sistem informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database. Tipe data bersifat general dan tidak spesifik. Berikut merupakan CDM dari perancangan sistem basis data pada pemilihan Ketua Senat :

Logical Data Model
  1. Physical Data Model (PDM)

PDM merupakan perancangan database secara fisik. Tipe data bersifat lebih khusus dan spesifik. PDM adalah model yang menggunakan sejumlah table untuk menggambarkan data serta hubungan antara data – data tersebut. Setiap table mempunyai sejumlah kolom dimana setiap kolom memiliki nama yang unik. Berikut merupakan PDM nya :

  • Implementasi Database

Implementasi basis data merupakan suatu tahapan dalam proses perancangan basis data. Tahap ini merupakan implementasi dari hasil pemodelan conceptual dan physical dengan menggunakan bantuan DBMS. Database Management Systems (DBMS) yang digunakan dalam perancangan ini adalah MySQL. Berikut  tampilan implementasi database mysql dari perancangan basis data sistem e-voting ini pada saat diimport di phpmyadmin :

BAB IV

PENUTUP

  • Kesimpulan

Dengan adanya Perancangan Basis Data E-Voting ini, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut :

  1. Penelitian telah menghasilkan sistem informasi database e-voting yang dapat membantu proses pemilihan dalam penyimpanan data hasil pemilihan ketua senat mahasiswa di STMIK Sumedang.
  2. Dengan menggunakan sistem informasi database e-voting pada pemilihan ketua senat mahasiswa di STMIK Sumedang maka diharapkan dapat mengurangi redudansi pada data hasil voting tersebut.
  3. Sistem informasi database ini dapat membantu proses pemilihan ketua senat menjadi lebih efektif dan efisien.
  • Saran

Adapun saran yang penulisan berikan pada pemilihan ketua senat mahasiswa di STMIK Sumedang yang dapat dijadikan masukan yang bermanfaat, diantaranya sebagai :

  1. Penulis berharap agar sistem informasi database e-voting ini dapat diterapkan untuk kedepannya sehingga dapat membantu dalam mengolah data hasil pemilihan.
  2. Sistem informasi database e-voting ini perlu dilakukan evaluasi sehingga dapat dilihat apakah perlu adanya perbaikan atau penyempurnaan kembali dan dikembangkan lebih jauh agar menjadi database yang lebih baik lagi.

Power Point nya bisa di download disini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *